Hot Best Seller

Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim

Availability: Ready to download

Apakah kamu memiliki impian keliling Eropa? Atau sangat ingin bersekolah di luar negeri dan bergaul dengan teman-teman baru yang selalu haus petualangan? Ciao Italia! mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru. Perjalanan penulis akan membawamu menikmati tempat-tempat di pelosok Apakah kamu memiliki impian keliling Eropa? Atau sangat ingin bersekolah di luar negeri dan bergaul dengan teman-teman baru yang selalu haus petualangan? Ciao Italia! mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru. Perjalanan penulis akan membawamu menikmati tempat-tempat di pelosok Mediterania, mulai dari kota metropolis berusia lebih dari dua milenium hingga desa terpencil yang menyimpan banyak harta karun seni dan kejutan tak terduga (buktikan dengan foto-fotonya yang fantastis). Plus tip backpackingekonomis: mendapat akomodasi gratis di Eropa, mencari tiket, hostel, dan makanan murah. Setiap kisah dalam buku ini ditoreh dengan sebuah kejujuran dari seseorang yang akhirnya jatuh cinta terlalu dalam pada Italia.


Compare

Apakah kamu memiliki impian keliling Eropa? Atau sangat ingin bersekolah di luar negeri dan bergaul dengan teman-teman baru yang selalu haus petualangan? Ciao Italia! mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru. Perjalanan penulis akan membawamu menikmati tempat-tempat di pelosok Apakah kamu memiliki impian keliling Eropa? Atau sangat ingin bersekolah di luar negeri dan bergaul dengan teman-teman baru yang selalu haus petualangan? Ciao Italia! mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru. Perjalanan penulis akan membawamu menikmati tempat-tempat di pelosok Mediterania, mulai dari kota metropolis berusia lebih dari dua milenium hingga desa terpencil yang menyimpan banyak harta karun seni dan kejutan tak terduga (buktikan dengan foto-fotonya yang fantastis). Plus tip backpackingekonomis: mendapat akomodasi gratis di Eropa, mencari tiket, hostel, dan makanan murah. Setiap kisah dalam buku ini ditoreh dengan sebuah kejujuran dari seseorang yang akhirnya jatuh cinta terlalu dalam pada Italia.

30 review for Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim

  1. 5 out of 5

    Laras

    Wow... catatan perjalanan yang menarik! Selalu menyenangkan mencermati perjalanan petualang seperti yang tertuang dalam buku ini, atau buku-buku sejenis seperti travaler's talenya adhitya mulya, dkk. Menelusuri sudut-sudut Italia dan sedikit tentang Prancis, disertai detil hasil pengamatan kebiasaan sehari-hari orang-orangnya, membuat saya seakan ikut 'hidup' disana... Merasakan naik bus air, melihat gondola, menikmati memberi makan burung, melihat museum dan galeri lukisan, menyesap secangkir Wow... catatan perjalanan yang menarik! Selalu menyenangkan mencermati perjalanan petualang seperti yang tertuang dalam buku ini, atau buku-buku sejenis seperti travaler's talenya adhitya mulya, dkk. Menelusuri sudut-sudut Italia dan sedikit tentang Prancis, disertai detil hasil pengamatan kebiasaan sehari-hari orang-orangnya, membuat saya seakan ikut 'hidup' disana... Merasakan naik bus air, melihat gondola, menikmati memberi makan burung, melihat museum dan galeri lukisan, menyesap secangkir espresso di pagi hari sambil menikmati lalu lalang pedestrian... semua benar-benar mengusik kerinduan terdalam : kapan ya saya bisa merasakan ada di tengah-tengah itu? Someday, i will! Hehehe... Sisi humanis tampak dari cerita penulis tentang relationshipnya dengan housemates, penyewa rumah... atau lebih tepatnya disebut pemberi tumpangan menginap, yang dikenal bermodalkan percaya dan kejujuran. Siapa yang bilang perkenalan di dunia maya selalu identik dengan kepalsuan, eh? Hohoho.. Lately, saya belajar.. di dunia ini ada begitu banya kebudayaan, begitu banyak kebiasaan, begitu banyak tatacara yang mungkin amat jauh berbeda dengan kebiasaan kita disini. Hoaaa.. saya iri, iri pada kesempatan untuk menghirup suasana plural seperti itu. Kesempatan untuk being nobody, jadi bagian tidak penting dan tidak di notice pada awalnya, dan mulai dari nol untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Inspiring! Tenang, irinya positif kok. Hehe. Terimakasih banyak untuk insight-insight yang diberikan oleh penulis, terutama tentang pentingnya toleransi dan saling memahami. Hoaaa.. buku yang ringan tapi sangat tidak 'sepele'.. Bagian yang paling saya suka, selain ilustrasi kota-kotanya adalah, gambaran tentang kuliner disana. Hehehe. Soo temptating! Folks, you better add this book to your wishlist. It's not only a book for travelers, but also for everyone who wanna know how to enjoy life^^

  2. 5 out of 5

    Fany

    Buku ini berhasil menarik saya untuk mengagumi Italia! sedikit sekali saya temukan penulis yang menceritakan kisah baik fiksi maupun non fiksi mengenai negara asal pizza ini. maka dari itu, buku ini saya rekomendasikan bagi yang menggemari kisah petualangan selama berada di Italia, bagi yang sudah mengagumi atau yang belum (hati-hati, kamu malah jadi kepingin kesini juga setelah baca buku ini hehe! informatif, segala yang ingin diketahui tentang Italia ada disini. terlebih berlibur a la Buku ini berhasil menarik saya untuk mengagumi Italia! sedikit sekali saya temukan penulis yang menceritakan kisah baik fiksi maupun non fiksi mengenai negara asal pizza ini. maka dari itu, buku ini saya rekomendasikan bagi yang menggemari kisah petualangan selama berada di Italia, bagi yang sudah mengagumi atau yang belum (hati-hati, kamu malah jadi kepingin kesini juga setelah baca buku ini hehe! informatif, segala yang ingin diketahui tentang Italia ada disini. terlebih berlibur a la backpacker dan kehidupan mahasiswa perantau bisa ditemukan tips nya di buku ini.

  3. 5 out of 5

    Fitria Wardani

    Suka sama recipes yang dishare di bagian ending, semoga bisa nyoba untuk mewujudkannya jadi makanan nyata hehe.

  4. 5 out of 5

    Achmad Fachmi

    Gw kasih bintang 4. Karena deskripsi cerita dari perjalanan dan tempat begitu aduhai bikin mupeng tinggal di Italia. Sebagian tempat sudah tercatat dan dijadikan target ketika sudah tinggal disana.

  5. 5 out of 5

    Aleetha

    Jalan jalan keluar negeri ataupun mengunjungi kota kota lain di Indonesia adalah satu dari sekian banyak mimpi yang saya tulis di jurnal sejak kecil. Bahkan saya telah menjadikan satu kota dan satu negera menjadi resolusi seumur hidup. Sayangnya sampai usia yang setahun lagi memasuki seperempat abad ini, Kesempatan dan kemampuan memang belum datang menghampiri. Jadi wajar saja kalau sampai umur segini saya hanya bisa menikmati cerita cerita orang lain melalui artikel mereka di koran, buku, Jalan – jalan keluar negeri ataupun mengunjungi kota – kota lain di Indonesia adalah satu dari sekian banyak mimpi yang saya tulis di jurnal sejak kecil. Bahkan saya telah menjadikan satu kota dan satu negera menjadi resolusi seumur hidup. Sayangnya sampai usia yang setahun lagi memasuki seperempat abad ini, Kesempatan dan kemampuan memang belum datang menghampiri. Jadi wajar saja kalau sampai umur segini saya hanya bisa menikmati cerita –cerita orang lain melalui artikel mereka di koran, buku, blog maupun TV. Walaupun tidak bisa melihat langsung, namun seakan ada rasa haus yang terpuaskan setelah melahap semua artikel dan tayangan tersebut. Sambil terus bertanya pada diri sendiri, kapan saya akan melakukan petualangan sendiri. Ciao Italia; Catatan Petualangan Empat Musim, begitu judul buku yang ditulis Oleh Gama Harjono. Dari kata empat musim, saya mengambil kesimpulan bahwa Gama tidak menjadi turis. Sebenarnya saya bisa saja langsung melihat resensi yang ada di belakang buku ini. Namun tidak saya lakukan, semua kalimat – kalimat itu hanya akan menghancurkan petualangan baru saya. Begitu membuka buku ini, saya langsung disuguhkan beberapa foto-foto berwarna. Dari banyak foto bangunan, hanya satu yang saya tahu, Colloseum. Malah Menara Pisa yang terkenal itu tidak tampak. Saya akui hanya dua bangunan itulah yang saya ketahui jika berbicara tentang Itali. Selebihnya pasti saya hubungkan dengan Pizza, Keju, Spaghetti, Gondola beserta sungai yang tidak jernih. (itu yang terlihat di tv dan di ceritakan di salah satu novel anak - anak). Tentunya tak lupa dengan Liga Itali yang dulu sempat membuat saya betah berjam – jam duduk di depan TV. Ternyata yang saya ketahui hanya sebagian kecil dari ribuan hal yang diceritakan Gama di bukunya. Yang membuat saya tergelak adalah karena Lira tidak lagi disebut – sebut sebagai mata uang negara ini. Mata uang Euro telah menggantikannya. Padahal sebelumnya dengan bangga saya akan mengucapkan Lira ketika ditanya tentang Itali. Dari cerita Gama juga, saya baru tahu bahwa patung David yang terkenal dan sempat muncul di salah satu episode Sponge Bob ini ternyata ada di Italia. Ampun dah. Kembali ke petualangan Gama, seakan tak ingin menyia-nyiakan satu detik pun, semua waktu luang digunakan untuk menjelajahi setiap sudut kota. Tak hanya bercerita tentang bangunan- bangunan bersejarah termasuk Museum Seni, Gama juga tak pernah lupa melampirkan semua biaya yang dikeluarkan untuk transportasi. Sehingga buku ini terkadang menjelma menjadi buku panduan. Dan alasan saya mampu melahap setiap lembaran di buku ini karena foto – foto yang turut mendukung cerita tentang keindahan kota – kota di Itali. Saya jadi sedikit mengerti kenapa Gama sampai melakukan banyak pengorbanan hanya untuk bisa menetap di negara ini. Dari semua kota, yang paling membekas adalah Naples. Dari cerita tentang segala jenis Coffee dan rasa pizza yang katanya enak banget . Dari tulisan Gama, saya bisa ngambil kesimpulan rasa pizza yang beredar di indonesia nggak ada apa-apanya. Tak hanya dari Coffee dan Pizza, yang mengejutkan ternyata gerbong Mafia ternyata bukan hanya ada di Godfather ataupun Man on Fire-nya Denzel Wasington. Di Naples, mereka masih beraksi. Jangan tanya berapa banyak korban yang berjatuhan. Nampaknya sampai saat ini pihak kepolisian juga tak mampu berbuat banyak. Dari Naples, bagian yang menyenangkan adalah mengikuti kunjungan Gama ke perayaan – perayaan hari besar di Italia. Dari sana saya bisa tahu bagaimana gaya hidup orang italia yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang sama seperti yang terlihat di film. Tak kalah penting adalah sajian makanan – makanan khas yang tentu saja tidak hanya berupa Spaghetti dan Pizza. Yang mengejutkan, di beberapa lembar terakhir, ada sisipan resep. Yang jelas tak ada habisnya kalau mau mengomentari satu demi satu hal yang dituliskan Gama dalam bukunya. Banyak hal yang saya pelajari dari buku ini. Sayangnya di buku ini tidak ada peta yang menggambarkan semua perjalanan yang telah di tempuh Gama.Sehingga sekali lagi saya mengandalkan Wikipedia untuk mengetahui letak kota – kota tersebut. Ironisnya, tak satupun nama Perugia, kota tempat tinggal Gama selama setahun belajar di itali, yang tertera di peta. Tak salah kalau Gama menuliskannya sebagai kota kecil. Namun lepas dari hal di atas, buku ini tetap menarik untuk dilahap. Setidaknya bisa jadi panduan baik bagi orang – orang yang sebentar lagi akan melakukan perjalanan ke sana ataupun yang masih berjuang untuk mewujudkan mimpi jalan – jalan ke negara lain. Memang tak salah kalau ada pepatah yang mengatakan, “Di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan” karena semua kata itu terbukti di buku ini.

  6. 4 out of 5

    Sarashanti

    Setiap negri di tanah Eropa selalu menjadi destinasi dambaan setiap pelancong untuk dikunjungi. Tidak terkecuali dengan si negri pasta yang terletak di bagian selatan Eropa Barat dan berbatasan dengan Laut Mediterania, Italia. Sebagai pusat peradaban di masa pencerahan lalu, hingga kini Italia mampu melestarikan setiap jejak peninggalan seni dan sejarahnya dengan baik. Maka tidak heran apabila seringkali Italia terdengar mahal bagi para turis dan pelancong. Dalam buku Ciao Italia!, dituturkan Setiap negri di tanah Eropa selalu menjadi destinasi dambaan setiap pelancong untuk dikunjungi. Tidak terkecuali dengan si negri pasta yang terletak di bagian selatan Eropa Barat dan berbatasan dengan Laut Mediterania, Italia. Sebagai pusat peradaban di masa pencerahan lalu, hingga kini Italia mampu melestarikan setiap jejak peninggalan seni dan sejarahnya dengan baik. Maka tidak heran apabila seringkali Italia terdengar ‘mahal’ bagi para turis dan pelancong. Dalam buku Ciao Italia!, dituturkan kisah perjalanan Gama Harjono dalam menelusuri setiap sisi negri tersebut terlepas dari status sebagai seorang turis. Dengan menyandang status pelajar dari sebuah universitas di kota Perugia, sang penulis mampu berkenalan lebih intim dengan Italia. Tidak hanya napak tilas kota-kota dengan nilai sejarah tinggi, ia juga menikmati segala sajian khas dan tradisi daerah setempat lebih dekat, as a temporary Italian :D Buku ini tidak hanya menceritakan situasi kota-kota di Italia yang bagaikan situs arkeologi hidup. Namun juga menceritakan sejarah dan legenda lokal setempat, sajian khas dengan penggambaran rasa yang begitu mendetail, dan beberapa hal miring mengenai Italia yang diungkapkan secara jujur. Dari pengalaman sang penulis menjelajah Italia selama setahun, secara tidak langsung pembaca dapat memperlajari tentang apa saja do’s and dont’s ketika berada di sana. Buon viaggio!

  7. 4 out of 5

    Inna

    Buku2 travel selalu mendapat tempat dihati. seolah melancong gratis, terbang dari satu tempat ketempat lain tanpa harus menggeserkan badan dari kasur *biasa baca sambil tidur soalnya* he..he. Petualangan Gama sang penulis di negeri sejuta meseum di Italia. mengikuti perjalanan musim dan mengahabiskan masa seperti layaknya backpacker melompat dari satu tempat ketempat lain dengan fasilitas, akomodasi serta duit minim. Dari satu kota kekota lain diceritakan dengan runut menurut urutan bulan, sesuai Buku2 travel selalu mendapat tempat dihati. seolah melancong gratis, terbang dari satu tempat ketempat lain tanpa harus menggeserkan badan dari kasur *biasa baca sambil tidur soalnya* he..he. Petualangan Gama sang penulis di negeri sejuta meseum di Italia. mengikuti perjalanan musim dan mengahabiskan masa seperti layaknya backpacker melompat dari satu tempat ketempat lain dengan fasilitas, akomodasi serta duit minim. Dari satu kota kekota lain diceritakan dengan runut menurut urutan bulan, sesuai masa menghabiskan 4 musim disana. cerita apik mengenai kebiasan rakyat lokal, cita rasa seni, kuliner yang dijunjung tinggi dinegeri pasta itu. cerita suka pun tak lupa dikutipkan Gama disini saat dia memperoleh akomodasi dari Emnuele di Mairselle, sampe kunci rumah diserahkan pemilik untuk akses rumah 24 jam. jadi ingat cerita Trinity yang dapet tiket pp dari indonesia ke US. he..he..kapan gw kayak gitu yah? oh yah, mungkin saat nya jakarta mengatur per-antena-an di atap rumah, biar pemadang dari atas jadi cantik *ha..ha.. penting banget nih usul* satu yang bikin buku ini agak beda, ini buku dilengkapi beberapa resep asli masakan itali. yang ngebetein dari ini buku: it's so fragile....., jilidnya tak kokoh padahal kertas dan sampul bukunya oks banget. jadilah beberapa lembar dari buku ini copot karena lem yang tidak kuat. uh.!

  8. 5 out of 5

    Anggraeni Purfita Sari

    Awal baca buku ini sempet kagok dengan penggunaan bahasa yang campur-campur antara Italia, Inggris dan Indonesia, dikit2 liat halaman sebelumya untuk mencari padanan kata bahasa Italia yang digunakan, dan karena padanannnya sering make bahasa Inggris, mikirnya harus dua kali deh, hehe. Lama2 oke juga kok. Saya sempet bosen di tengah-tengah karena tebalnya buku dan isinya nggak begitu lucu terus lagi karena yang nulis cowok jadi nggak ada deh itu cerita borong2 baju atau souvenir lucu2 gitu di Awal baca buku ini sempet kagok dengan penggunaan bahasa yang campur-campur antara Italia, Inggris dan Indonesia, dikit2 liat halaman sebelumya untuk mencari padanan kata bahasa Italia yang digunakan, dan karena padanannnya sering make bahasa Inggris, mikirnya harus dua kali deh, hehe. Lama2 oke juga kok. Saya sempet bosen di tengah-tengah karena tebalnya buku dan isinya nggak begitu lucu terus lagi karena yang nulis cowok jadi nggak ada deh itu cerita borong2 baju atau souvenir lucu2 gitu di Italia :D tapi akhirnya selesai juga. Tadinya saya mau ngasih bintang 3 ajah, cuman karena bagian belakangnya membahas Venesia ya jadinya saya tambahin satu karena saya pengen banget kesana suatu hari nanti.

  9. 5 out of 5

    Bonar

    Selalu menarik untuk membaca sebuah buku tentang suatu negara. Dikata traveling bukan juga ya, secara gama menetap di Italia. Tapi ada beberapa perjalanan ke kota-kota di Italia, nah itu bagian travelingnya. Buku ini termasuk komplit membahas Italia. Mulai dari makanan, tempat yg harus dikunjungi, kebiasaan penduduknya (tradisi), suasana kota-kota di Italia, dan banyak lainnya. Gama sepertinya sangat menikmati Italia, sehingga bisa menceritakan Italia secara fun dan mendetail. Dan yg membaca buku Selalu menarik untuk membaca sebuah buku tentang suatu negara. Dikata traveling bukan juga ya, secara gama menetap di Italia. Tapi ada beberapa perjalanan ke kota-kota di Italia, nah itu bagian travelingnya. Buku ini termasuk komplit membahas Italia. Mulai dari makanan, tempat yg harus dikunjungi, kebiasaan penduduknya (tradisi), suasana kota-kota di Italia, dan banyak lainnya. Gama sepertinya sangat menikmati Italia, sehingga bisa menceritakan Italia secara fun dan mendetail. Dan yg membaca buku ini dan suka Italia pasti tambah pengen untuk menjelajah Italia suatu saat nanti. Termasuk saya. Hehehe. Ciao italia!

  10. 4 out of 5

    Dika Nadya larasari

    Suka travelling?? Ingin keliling Eropa? Selain Naked Traveller, buku ini juga wajib dimiliki oleh kalian yang ngefans banget sama negara pizza. Dalam buku ini dipaparkan berbagai keperluan wisata ke italia atau bersekolah disana dengan akomodasi ala mahasiswa tentunya. Ciao Italia! mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru. Perjalanan penulis juga memberi tips bagi kita untuk mencari hostel, tiket, dan Suka travelling?? Ingin keliling Eropa? Selain Naked Traveller, buku ini juga wajib dimiliki oleh kalian yang ngefans banget sama negara pizza. Dalam buku ini dipaparkan berbagai keperluan wisata ke italia atau bersekolah disana dengan akomodasi ala mahasiswa tentunya. Ciao Italia! mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru. Perjalanan penulis juga memberi tips bagi kita untuk mencari hostel, tiket, dan makanan murah disana. Buku ini juga dilengkapi foto-foto di sudut populer kota-kota Italia. So, Ciao Italia!

  11. 4 out of 5

    Monica Riska Riana Dewi

    Saya suka sekali dengan Italia, makanya pada saat tau ada buku seperti ini, saya langsung beli dan tiba-tiba jadi penggemar Gama Harjono! Hehehehe. secara keseluruhan sih saya suka dengan penggambaran Gama mengenai 4 musim di Italia, namun pada bagian tertentu kok saya agak tersinggung sedikit ketika membahas Paus. Tapi it's okay sih kalo itu mungkin pendapat pribadinya dia.. Saya gak kepingin ngebahas panjang lebar tentang itu. Yang jelas Gama telah berhasil membuat pemandangan dan bangunan2 nan Saya suka sekali dengan Italia, makanya pada saat tau ada buku seperti ini, saya langsung beli dan tiba-tiba jadi penggemar Gama Harjono! Hehehehe. secara keseluruhan sih saya suka dengan penggambaran Gama mengenai 4 musim di Italia, namun pada bagian tertentu kok saya agak tersinggung sedikit ketika membahas Paus. Tapi it's okay sih kalo itu mungkin pendapat pribadinya dia.. Saya gak kepingin ngebahas panjang lebar tentang itu. Yang jelas Gama telah berhasil membuat pemandangan dan bangunan2 nan eksotik ala Italia di dalam kepala saya.

  12. 5 out of 5

    Dhini

    gama harjono yang jatuh cinta pada italia, memutuskan untuk tinggal di negeri itu..selama setahun,sebagai mahasiswa, dengan demikian, dia bisa menceritakan italia tidak semata dari sudut pandang seorang turis, tapi juga sebagai seorang "warga negaranya". Dengan membagi kisahnya dalam empat musim, gama cukup dapat membantu para pembaca merasakan aktivitas yang terjadi dalam satu periode musim... Pokoknya asik banget baca buku ini... atmosfir itali rasanya benar2 hadir di sekeliling kita, paling gama harjono yang jatuh cinta pada italia, memutuskan untuk tinggal di negeri itu..selama setahun,sebagai mahasiswa, dengan demikian, dia bisa menceritakan italia tidak semata dari sudut pandang seorang turis, tapi juga sebagai seorang "warga negaranya". Dengan membagi kisahnya dalam empat musim, gama cukup dapat membantu para pembaca merasakan aktivitas yang terjadi dalam satu periode musim... Pokoknya asik banget baca buku ini... atmosfir itali rasanya benar2 hadir di sekeliling kita, paling tidak itulah yang kurasakan... kayak bener2 lagi ngelancong di negeri itu....

  13. 4 out of 5

    ian Adiwena

    memang suka buku yang berbau-bau cerita kehidupan di luar negeri ini terutama eropa, buku ini lumayan bagus menurutku karena penulis dapat menceritakan dengan cukup detail tentang pengalamannya hidup di italia. tapi setelah membaca buku ini aku jadi tahu bahwa g semua negara eropa tu mempunyai tatanan ekonomi dan sosial yang maju, yang ternyata birokrasi dan tetek bengek lainnya kayaknya lebih parah dari negara berkembang di Asia. But, ttp menarik karena ada cerita tentang kuliner Itali yang memang suka buku yang berbau-bau cerita kehidupan di luar negeri ini terutama eropa, buku ini lumayan bagus menurutku karena penulis dapat menceritakan dengan cukup detail tentang pengalamannya hidup di italia. tapi setelah membaca buku ini aku jadi tahu bahwa g semua negara eropa tu mempunyai tatanan ekonomi dan sosial yang maju, yang ternyata birokrasi dan tetek bengek lainnya kayaknya lebih parah dari negara berkembang di Asia. But, ttp menarik karena ada cerita tentang kuliner Itali yang pastinya looks so delicious.. hhmmm yummy,,

  14. 4 out of 5

    Zaza

    Saya termasuk penikmat buku-buku yang bercerita tentang sebuah tempat, perjalanan di suatu tempat sampai sejarah suatu tempat. Jadi buku Ciao Italia ini bisa masuk menjadi salah satu buku favorit saya. Ceritanya simpel, tentang perjalanan Gama, si penulis, yang jadi pelajar di Italia. Juga perjalanannya ke negara-negara Eropa di sekitar Italia. Cara dia bercerita juga enak buat diikuti. Jadi berasa kita ikutan jalan-jalan disana. Terasa menyenangkan, jadi ingin segera menjejakkan kaki di benua Saya termasuk penikmat buku-buku yang bercerita tentang sebuah tempat, perjalanan di suatu tempat sampai sejarah suatu tempat. Jadi buku Ciao Italia ini bisa masuk menjadi salah satu buku favorit saya. Ceritanya simpel, tentang perjalanan Gama, si penulis, yang jadi pelajar di Italia. Juga perjalanannya ke negara-negara Eropa di sekitar Italia. Cara dia bercerita juga enak buat diikuti. Jadi berasa kita ikutan jalan-jalan disana. Terasa menyenangkan, jadi ingin segera menjejakkan kaki di benua Eropa. Mudah-mudahan bisa segera terwujud.

  15. 4 out of 5

    Sari

    Suka amazed sama org2 yg melakukan perjalanan keluar negri yg tujuannya sebnrnya buat plesiran tp krn ga ada duit jadi nyari beasiswa deh biar bisa dpt uang saku hihi.. Tapi kalo yg ini kayanya dia cm ambil short course aja deh (lupa krn bcnya uda agak lama) utk pelajaran bhs italia, dia ceritain ttg pengalamannya disana ktemu org2 Spanyol jg, dr buku ini saya tau kalo org Spain itu doyan party dan pergaulannya bebas bgt bok! Selebihnya saya lmyn lupa apa yg ditulis disini..haha..

  16. 4 out of 5

    Rahmadiyanti

    Satu lagi buku tentang traveling. Sepertinya tahun ini dan beberapa tahun ke depan dunia literasi kita akan diramaikan genre baru: memoar perjalanan. Bila buku-buku traveling sebelumnya berisi perjalanan penulis ke beberapa negara, maka Gama khusus membidik Italia. Dari Roma hingga Venesia, dari Tuscany hingga Milan. Cukup menarik, karena fokus pada satu negara. Terutama mengulik kultur dan gaya hidup Italian.

  17. 4 out of 5

    Cintantya Sotya Ratri

  18. 4 out of 5

    Nanie

    Ada yang suka makan pizza atau spagheti? Atau Penggemar klub sepakbola Lazio, Juventus dan lain-lain? Atau suka berpetualang ke tempat-tempat sejarah seperti colosseum? Ataukah pernah mendengar pepatah " banyak jalan menuju Roma"?Ya, pikiran kita biasanya akan tertuju pada pilihan-pilihan tersebut bila menyebutkan kata Italia. Sisi romantis saya selalu membayangkan bisa berkunjung ke kota terapung Venesia, naik gondola menikmati pemandangan di kota tua itu. Oh so sweet :)

  19. 5 out of 5

    Ika Nur'afiyah H

    Caranya menceritakan setiap sudut kota di Italia sangat detail, saking detailnya, terkadang saia hrs dua kali mengulang untuk membaca tiap bab-nya ditambah lagi istilah-istilah Italiano yg mash agak susah saia cerna. Insert pictures yg kembali menegaskan betapa vintage-nya salah satu negara di Eropa ini. Sejauh ini, kota yg saia bisa ingat hanya Tuscan sama Umbria. Maklum, short memory saia sangat payah, he he.

  20. 5 out of 5

    Levine

    Buku ini bagus. Jadi bisa sedikit belajar bahasa Italia karena banyak kalimat" dengan bahasa italianya di buku ini. Asik dan seru aja sih baca dan ngebayangin pemandangan dan suasana yg digambarin di buku ini. Di buku Ciao Italia ini, juga sedikit mengulas ttg keindahan dan sejarahnya Perancis lhooo Pokoknya seru deh! Gara" buku ini , jadi tertarik ke Venesia :/

  21. 4 out of 5

    aulia biben

    selalu menarik menemui cerita lengkap suatu negeri, termasuk buku ini. cerita lengkap dari musim ke musim dengan tradisi yang berbeda di setiap belahan italia. belajar mengenal pizza, dan capucino. belajar jika bangsa italia berkata dengan tangan. sedikit kurang adalah gambar atau foto-foto di buku ini... ariverdeci

  22. 4 out of 5

    Maya Widiatmoko

    Lamaaa banget buat ngelesaiin baca ini. Soalnya selalu aku ulang2 bahkan sebelum selesai baca sampe halaman akhir. Tulisan Gama udah kaya kamus buat aku, selalu aku buka dan baca...dimana-pun halam tersebut terbuka! Awesome. Aku jd semakin jatuh cinta sama Italia. Baik dan buruknya! Semoga memang banyak jalan menuju Roma...

  23. 5 out of 5

    Indri Juwono

    my 300th book!!! Seperti tidak baca buku, seperti baca blog aja, dengan kata2 lisan yang diverbalkan. Keseluruhan ceritanya menarik, namun mungkin karena tujuannya untuk menceriakan 'asyiknya' di Italia, untuk guide, yah banyak yang subjektif. Makanya banyak keseling bacanya. Kalau mau lebih banyak tau soal Italia, lebih baik baca buku yang lebih informatif. Sebagai selingan ini, okelah..

  24. 5 out of 5

    Laura Desy

    Woah.. jadi tau tentang tempat - tempat di Italia, beberapa vocab nya, sedikit sejarah mengenai tempat dan cerita - cerita konon yang berkembang di sana. Sambil baca juga bisa sambil membayangkan objek nya karena dibantu dengan beberapa foto yang dicantum di tiap bab nya.

  25. 5 out of 5

    Arief_13

    sebuah catatan perjalanan. menarik, pengalaman selama Gama (si penulis) studi di Italia dituangkan dalam bentuk tulisan. sangat informatif dan cukup provokatif, saya jadi semakin terobsesi untuk menjejakan kaki di negeri pizza itu.

  26. 4 out of 5

    Litha

    buku yang sangat membantu rasa ingin tahu tentang budaya eropa khususnya italia. dilengkapi gambar-gambar indah dan juga informasi yang sangat bermanfaat, saya selalu membaca ulang buku ini. termasuk di dalam nya adalah resep masak yg sudah pernah saya coba :">

  27. 5 out of 5

    Eva Kartika

    Beli buku ini karena penggemar makanan italia ;) tapi ternyata seru juga bukunya. Selain cerita tentang people, culture n food..ada juga foto-fotonya. Tambah seru karena dia kasih info n tips cara melancong dengan murah atau dapetin beasiswa.

  28. 4 out of 5

    Rosa

    Just Read it And You will love it!!! I can have a "FREE" trip to Italy by reading this book, Inside there full Gama Harjono activity in Italy, every corner he went and done helps me imagine that what if i were there...

  29. 5 out of 5

    Elmo

    Mau jalan-jalan keitalia?? kudu baca buku ini dulu. ni buku berisi perjalanan penulis selama berada di italia.Serunya buku ini juga dilengkapi foto-foto perjalanan penulis. paling nggak,kita punya bayangan lokasinya. selain itu,ada resep makanan italia---- mantab!

  30. 5 out of 5

    Pipa

    penulis bener2 detail nyeritain kehidupan dia selama setahun di Italia. bagus buat referensi yang mo jalan2 ke italia. soale ada beberapa tips2 yg ditulis sama penulis yg berkaitan dengan traveling di italia.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.